Blog

Penanganan Bahaya H2S

Gas H2S atau Hidrogen Sulfida merupakan gas tidak bewarna yang sangat beracun. Terpapar gas H2S dapat melumpuhkan indera penciuman bahkan kematian. Bahaya H2S bagi industri karena dua alas an di bawah ini:

  • Walaupun memiliki bau, tapi tidak dapat menjadi patokan peringatan bahaya
  • Dapat menyerang dan melumpuhkan secara tiba2

Hidrogen sulfida telah diidentifikasi oleh NIOSH sebagai penyebab utama kematian mendadak di tempat kerja. Pada konsentrasi hingga 30 ppm, baunya seperti telur busuk. Namun, pada konsentrasi yang lebih mematikan (100 ppm), hidrogen sulfida dengan cepat melumpuhkan saraf penciuman. Seseorang mungkin sesaat mencium bau gas tetapi tidak terlalu memikirkannya ketika baunya tidak lagi terdeteksi. Jika paparan cukup, intens, ketidaksadaran dan kegagalan pernapasan dapat terjadi tanpa gejala peringatan. Gas tersebut 1,2 kali lebih padat dari udara, dan pada konsentrasi tinggi akan cenderung terakumulasi di titik rendah. Dicampur dengan udara dalam konsentrasi 4,3-45,5%, hidrogen sulfida bersifat mudah meledak dan mudah terbakar.

Gas hidrogen Sulfida dapat menjadi salah satu bahaya paling ganas dan mematikan dalam industri minyak dan gas. Contohnya seperti H2S, gas asam dan hidrogen sulfureted, Gas H2S ditemukan dalam proses pengeboran minyak, gas dibentuk oleh dekomposisi bahan organik yang mengandung belerang.

Untun info pelatihan dapat menghubungi kami.

Petugas Pengambilan Contoh

Petugas Pengambil Contoh (PPC) adalah seseorang yang bertugas mengambil contoh bahan atau barang, untuk tujuan yang bersifat formal diantaranya untuk pengujian, standarisasi atau forensik. Kualifikasi Petugas Pengambil Contoh (PPC) diatur di dalam SNI ISO 19024. Kompetensi secara teknis dan hukum seseorang sebagai Petugas Pengambil Contoh dinyatakan dalam bentuk sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang. Badan yang berwenang mengeluarkan sertifikat adalah badan atau lembaga sertifikasi personal atau badan sertifikasi. Pelatihan ini bertujuan utama untuk memberikan bekal pengetahuan kepada calon PPC dalam hal kompetensi pengambilan contoh.

Untuk info pelatihan dapat menghubungi kami

Instrumentasi dan Kalibrasi

Untuk mengontrol suatu proses, dibutuhkan informasi mengenai kuantitas dan kualitas ciri-ciri fisik proses itu. Instrumen-instrumen ukur dipakai untuk mendapatkan informasi ini. Kontrol yang lebih ketat membutuhkan pengukuran yang lebih akurat.
Instrumentasi sangat erat kaitannya dengan beberapa proses yang terdapat pada aktifitas dunia industry di antaranya pendeteksian, pengukuran, perekaman, telemetri, pengolahan atau analisa data yang dihasilkan. Dalam instrumentasi terdapat proses pengukuran, yang membandingkan besaran yang diukur dengan besaran sejenis yang ditetapkan sebagai satuan. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan sebuah sistem yang disebut dengan sistem instrumentasi atau sistem pengukuran
Sistem pengukuran amat lazim digunakan dalam berbagai sektor industri, sehingga ketepatan serta kehandalan peralatan pengukuran menjadi faktor yang sangat penting dalam menjamin mutu proses produksi dan hasil yang dihasilkan. Salah satu mekanisme yang menunjang sistem pengukuran adalah sistem manajemen kalibrasi, dimana kalibrasi berfungsi untuk menentukan ketepatan suatu alat ukur
Untuk memenuhi persyaratan tersebut, semua peralatan yang menunjang terhadap produk harus terkontrol baik ketepatan dan ketelitiannya, maka diperlukan keahlian dalam mengkalibrasi atau memverifikasi peralatan yang dimiliki.

Untuk info pelatihan dapat menghubungi kami.

Fluida Pemboran Komplesi dan Kerja Ulang Sumur

Well Completion adalah pekerjaan tahap akhir atau pekerjaan penyempurnaan untukmempersiapkan suatu sumur pemboran menjadi sumur produksi. Untuk mendapatkan hasilproduksi yang optimum dan mengatasi efek negatif dari setiap lapisan produktif maka harusdilakukan pemilihan metode well completion yang tepat dan ukuran peralatan yang sesuaiuntuk setiap sumur. Tujuan dari well completion adalah mengatur aliran fluida dari formasiproduktif dasar sumur ke permukaan sebaik mungkin, mengontrol gas dan water coning,meningkatkkan tingkat recovery, dan menjaga sumur tetap berproduksi.

Untuk info pelatihan dapat menghubungi kami.

Welder / Juru Las

Welder atau juru las adalah pelaksana proses pengelasan untuk menyambung dua logam, alumunium atau material lainnya yang dapat dilakukan penyambungan dengan metode panas. Profesi juru las sering kali disepelekan oleh masyarakat umum, pahadal apabila ahli dalam bidang pengelasan gajinya bisa sangat tinggi. Karenanya welder yang sudah dapat dikatakan mahir akan mempunyai sertifikat hingga bisa menyebut welder tersebut adalah kompeten dalam mengelas. Terkadang di industri juga dapat melaksanakan sertifikasi sendiri guna memberi kompetensi kepada karyawannya.

Namun biasanya untuk sertifikasi di indonesia dilaksakan oleh lembaga sertifikasi profesi (LSP). Lembaga sertifikasi adalah wadah kompetensi di Indonesia yang mendapat lisensi dari (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). Kebutuhan welder di indonesia semakin meningkat, kondisi seperti ini berbanding lurus dengan pembangunan di Indonesia juga semakin meningkat. Banyak project yang membutuhkan konstruksi logam hingga memerlukan proses pengelasan.

Untuk info pelatihan dapat menghubungi kami.

Operator Boiler

Ketel uap atau boiler  adalah alat konversi energi yang mengubah air menjadi uap dengan cara pemanasan. Panas yang dibutuhkan air untuk penguapan tersebut diperoleh dari pembakaran bahan bakar pada ruang bakar ketel uap.

Uap atau energi kalor yang dihasilkan ketel uap tersebut dapat digunakan pada semua peralatan yang membutuhkan uap di pabrik kelapa sawit terutama turbin.

Operator Boiler di bagi menjadi 2 kelas, yaitu kelas 2 kapasitas boiler kurang dari 10 ton dan untuk kelas 1 kapasitas boiler lebih dari 10 ton.

Untuk info pelatihan dapat menghubungi kami.

Sistem Manajemen Lingkungan

Menurut standar ISO 14001:2015, sistem manajemen lingkungan merupakan sebuah sistem yang mencakup struktur organisasi, tanggung jawab, perencanaan kegiatan, dan peraturan-peraturan atau kebijakan perusahaan terhadap lingkungan, terutama lingkungan sekitarnya.

Sistem tersebut adalah bagian dari sistem-sistem lainnya yang telah mendapatkan pengakuan internasional. Pengakuan dunia internasional dapat dibuktikan lewat sertifikat yang diberikan oleh badan sertifikasi yang berada di bawah langsung organisasi standardisasi internasional, dalam hal ini ISO.

Standar internasional bagi SML ini sudah diterbitkan oleh pemerintah Indonesia pada September 1996 yang berupa ISO 14001 dan ISO 14004. Pemerintah Indonesia kemudian mengadopsinya menjadi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan menjadi SNI-19-14001-1997 dan SNI-19-14001-1997.

Sistem manajemen lingkungan adalah praktik internasional terbaik dan cocok digunakan sebagai kriteria inti dalam penerapan bisnis di Indonesia secara berkelanjutan.

Oleh karena itu, sangat dibutuhkan kolaborasi seragam antara perusahaan-perusahaan yang berada di pusat dan daerah agar penerapan ISO 14001 sistem manajemen lingkungan dapat makin banyak dan merata.

SNI ISO 14001:2015 adalah standar terkini yang telah terintegrasi lingkungan di dalam proses bisnis yang juga mempertimbangkan masalah kesempatan dan risiko dari produk, jasa, dan kegiatan perusahaan.

Dengan sejalannya standar tersebut ke dalam proses bisnis, SNI ISO 14001:2015 dapat menjadi patokan sebuah perusahaan agar melakukan pengelolaan lingkungan yang dapat tetap memiliki kontribusi terhadap lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Standar SML versi Indonesia ini juga telah melakukan pertimbangan dari sudut pandang daur hidup yang dilakukan dari kegiatan, produk, dan jasanya. Ini dimulai dari pengolahan bahan baku, pengiriman, pendistribusian, proses produksi, penggunaan, hingga pengolahan akhir.

Untuk info pelatihan dapat menghubungi kami.

Laboratorium Pengujian Minyak dan Gas Bumi

Laboratorium Minyak Bumi merupakan salah satu laboratorium pengujian migas yang berfungsi sebagai pendukung pelatihan dan sertifikasi yang diselenggarakan oleh PPSDM Migas dan layanan pengujian terutama terkait dengan sifat-sifat Fisik Minyak Bumi dan Produk-Produknya yang meliputi Bensin, Minyak Solar, BBM Penerbangan, Petroleum Solvent, dan Pelumas. Laboratorium ini dilengkapai dengan sarana prasarana yang memadai mulai dari konvensional sampai dengan yang modern sehingga sangat sesuai untuk digunakan sebagai sarana pengembangan SDM khususnya subsektor minyak dan gas bumi.

Untuk info pelatihan dapat menghubungi kami.