Petugas Pengambil Contoh (PPC) adalah seseorang yang bertugas mengambil contoh bahan atau barang, untuk tujuan yang bersifat formal diantaranya untuk pengujian, standarisasi atau forensik. Kualifikasi Petugas Pengambil Contoh (PPC) diatur di dalam SNI ISO 19024. Kompetensi secara teknis dan hukum seseorang sebagai Petugas Pengambil Contoh dinyatakan dalam bentuk sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang. Badan yang berwenang mengeluarkan sertifikat adalah badan atau lembaga sertifikasi personal atau badan sertifikasi. Pelatihan ini bertujuan utama untuk memberikan bekal pengetahuan kepada calon PPC dalam hal kompetensi pengambilan contoh.
Untuk mengontrol suatu proses, dibutuhkan informasi mengenai kuantitas dan kualitas ciri-ciri fisik proses itu. Instrumen-instrumen ukur dipakai untuk mendapatkan informasi ini. Kontrol yang lebih ketat membutuhkan pengukuran yang lebih akurat. Instrumentasi sangat erat kaitannya dengan beberapa proses yang terdapat pada aktifitas dunia industry di antaranya pendeteksian, pengukuran, perekaman, telemetri, pengolahan atau analisa data yang dihasilkan. Dalam instrumentasi terdapat proses pengukuran, yang membandingkan besaran yang diukur dengan besaran sejenis yang ditetapkan sebagai satuan. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan sebuah sistem yang disebut dengan sistem instrumentasi atau sistem pengukuran Sistem pengukuran amat lazim digunakan dalam berbagai sektor industri, sehingga ketepatan serta kehandalan peralatan pengukuran menjadi faktor yang sangat penting dalam menjamin mutu proses produksi dan hasil yang dihasilkan. Salah satu mekanisme yang menunjang sistem pengukuran adalah sistem manajemen kalibrasi, dimana kalibrasi berfungsi untuk menentukan ketepatan suatu alat ukur Untuk memenuhi persyaratan tersebut, semua peralatan yang menunjang terhadap produk harus terkontrol baik ketepatan dan ketelitiannya, maka diperlukan keahlian dalam mengkalibrasi atau memverifikasi peralatan yang dimiliki.
Well Completion adalah pekerjaan tahap akhir atau pekerjaan penyempurnaan untukmempersiapkan suatu sumur pemboran menjadi sumur produksi. Untuk mendapatkan hasilproduksi yang optimum dan mengatasi efek negatif dari setiap lapisan produktif maka harusdilakukan pemilihan metode well completion yang tepat dan ukuran peralatan yang sesuaiuntuk setiap sumur. Tujuan dari well completion adalah mengatur aliran fluida dari formasiproduktif dasar sumur ke permukaan sebaik mungkin, mengontrol gas dan water coning,meningkatkkan tingkat recovery, dan menjaga sumur tetap berproduksi.
Welder atau juru las adalah pelaksana proses pengelasan untuk menyambung dua logam, alumunium atau material lainnya yang dapat dilakukan penyambungan dengan metode panas. Profesi juru las sering kali disepelekan oleh masyarakat umum, pahadal apabila ahli dalam bidang pengelasan gajinya bisa sangat tinggi. Karenanya welder yang sudah dapat dikatakan mahir akan mempunyai sertifikat hingga bisa menyebut welder tersebut adalah kompeten dalam mengelas. Terkadang di industri juga dapat melaksanakan sertifikasi sendiri guna memberi kompetensi kepada karyawannya.
Namun biasanya untuk sertifikasi di indonesia dilaksakan oleh lembaga sertifikasi profesi (LSP). Lembaga sertifikasi adalah wadah kompetensi di Indonesia yang mendapat lisensi dari (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). Kebutuhan welder di indonesia semakin meningkat, kondisi seperti ini berbanding lurus dengan pembangunan di Indonesia juga semakin meningkat. Banyak project yang membutuhkan konstruksi logam hingga memerlukan proses pengelasan.
Ketel uap atau boiler adalah alat konversi energi yang mengubah air menjadi uap dengan cara pemanasan. Panas yang dibutuhkan air untuk penguapan tersebut diperoleh dari pembakaran bahan bakar pada ruang bakar ketel uap.
Uap atau energi kalor yang dihasilkan ketel uap tersebut dapat digunakan pada semua peralatan yang membutuhkan uap di pabrik kelapa sawit terutama turbin.
Operator Boiler di bagi menjadi 2 kelas, yaitu kelas 2 kapasitas boiler kurang dari 10 ton dan untuk kelas 1 kapasitas boiler lebih dari 10 ton.
Menurut standar ISO 14001:2015, sistem manajemen lingkungan merupakan sebuah sistem yang mencakup struktur organisasi, tanggung jawab, perencanaan kegiatan, dan peraturan-peraturan atau kebijakan perusahaan terhadap lingkungan, terutama lingkungan sekitarnya.
Sistem tersebut adalah bagian dari sistem-sistem lainnya yang telah mendapatkan pengakuan internasional. Pengakuan dunia internasional dapat dibuktikan lewat sertifikat yang diberikan oleh badan sertifikasi yang berada di bawah langsung organisasi standardisasi internasional, dalam hal ini ISO.
Standar internasional bagi SML ini sudah diterbitkan oleh pemerintah Indonesia pada September 1996 yang berupa ISO 14001 dan ISO 14004. Pemerintah Indonesia kemudian mengadopsinya menjadi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan menjadi SNI-19-14001-1997 dan SNI-19-14001-1997.
Sistem manajemen lingkungan adalah praktik internasional terbaik dan cocok digunakan sebagai kriteria inti dalam penerapan bisnis di Indonesia secara berkelanjutan.
Oleh karena itu, sangat dibutuhkan kolaborasi seragam antara perusahaan-perusahaan yang berada di pusat dan daerah agar penerapan ISO 14001 sistem manajemen lingkungan dapat makin banyak dan merata.
SNI ISO 14001:2015 adalah standar terkini yang telah terintegrasi lingkungan di dalam proses bisnis yang juga mempertimbangkan masalah kesempatan dan risiko dari produk, jasa, dan kegiatan perusahaan.
Dengan sejalannya standar tersebut ke dalam proses bisnis, SNI ISO 14001:2015 dapat menjadi patokan sebuah perusahaan agar melakukan pengelolaan lingkungan yang dapat tetap memiliki kontribusi terhadap lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Standar SML versi Indonesia ini juga telah melakukan pertimbangan dari sudut pandang daur hidup yang dilakukan dari kegiatan, produk, dan jasanya. Ini dimulai dari pengolahan bahan baku, pengiriman, pendistribusian, proses produksi, penggunaan, hingga pengolahan akhir.
Laboratorium Minyak Bumi merupakan salah satu laboratorium pengujian migas yang berfungsi sebagai pendukung pelatihan dan sertifikasi yang diselenggarakan oleh PPSDM Migas dan layanan pengujian terutama terkait dengan sifat-sifat Fisik Minyak Bumi dan Produk-Produknya yang meliputi Bensin, Minyak Solar, BBM Penerbangan, Petroleum Solvent, dan Pelumas. Laboratorium ini dilengkapai dengan sarana prasarana yang memadai mulai dari konvensional sampai dengan yang modern sehingga sangat sesuai untuk digunakan sebagai sarana pengembangan SDM khususnya subsektor minyak dan gas bumi.
penerbangan dengan menerapkan mesin pada benda yang lebih berat dari udara seperti pesawat terbang serta kegiatan pada industri pesawat terbang itu sendiri baik itu yang bersayap tetap dan juga yang bersayap berputar.
Sehingga penerapan kata aviasi adalah ketika mesin diterapkan pada pesawat untuk dapat menghasilkan daya dorong dan daya apung untuk dapat terbang karena pada dasarnya segala hal yang dapat melakukan penerbangan tidak selalu membutuhkan mesin untuk dapat terbang seperti pada burung.
Aviasi menjadi sebuah industri yang besar dan mepliputi sektor-sektor yang merupakan kesatuan dari industri aviasi seperti sektor bandara, sektor pemeliharaan pesawat, sektor produsen pesawat serta sektor-sektor lain sebagai pendukung dari pengoperasian pesawat terbang.