Pemrosesan Gas Bumi

Program ini berisi tentang bimbingan teknik dan ujian sertifikasi untuk mendapatkan sertifikasi Operator Pemrosesan Gas Bumi. Pemrosesan gas alam/gas bumi adalah kompleks pabrik proses industri yang dirancang untuk membersihkan gas alam mentah dengan cara memisahkan kotoran dan berbagai hidrokarbon non-metana serta cairan untuk menghasilkan apa yang dikenal sebagai gas alam kering berkualitas pipa. Program sertifikasi ini bertujuan untuk mengukur kompetensi pekerja dibidang pemrosesan gas bumi sesuai dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 65 Tahun 2009 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Bidang Pemrosesan Gas Bumi yang meliputi kompetensi tentang penyiapan umpan pemrosesan gas bumi, pengoperasian/penghentian permurnian gas bumi, kompresor gas bumi, fraksinasi gas bumi, pencairan gas bumi dan flare system, melakukan penerimaan, penyimpanan dan penyaluran gas bumi cair dan melakukan penanganan bahan kimia.

Untuk info pelatihan lebih lengkapnya dapat emnghubungi kami.

Pressure Relief Device (PRD)

PERMEN ESDM No.48/MEN/II/2009 tentang SKKNI Sektor industri Minyak dan Gas Bumi serta Panas Bumi Sub-sektor Industri Minyak dan Gas Bumi Hulu-Hilir (Supporting) Bidang Pressure Relief Device.

KEPMENAKERTRANS No.KEP.65/MEN/ XII/2009 tentang SKKNI Sektor Industri Minyak dan Gas Bumi serta Panas Bumi Subsektor Industri Minyak dan Gas Bumi Hilir Bidang Pemrosesan Gas Bumi.

Setelah mengikuti training peserta mampu : Mengerti, memahami & menguasai aspek- aspek Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) Bidang Minyak dan Gas Bumi (Migas), mampu menerapkannya di tempat kerja, dan mampu mengikuti ujian Sertikasi Tenaga Teknik Khusus (STTK) Pressure Relief Device tingkat Teknisi / Pengawas dengan lancar.

Untuk info pelatihan lebih lengkapnya dapat menghubungi kami.

Operasi SBPBU

Program ini berisi tentang bimbingan teknik dan ujian sertifikasi untuk mendapatkan sertifikasi Operator SPBU. Adapun tugas-tugas dari operator, yaitu: melayani konsumen dalam pengisian BBM, menjaga kebersihan lingkungan dan alat, melakukan kegiatan perawatan harian untuk pompa, tangki, dan generator, melakukan pembersihan rutin seluruh fasilitas dalam kompleks SPBU. Program sertifikasi ini bertujuan untuk mengukur kompetensi pekerja dibidang operasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sesuai dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 246 Tahun 2008 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Bidang Operasi SPBU yang meliputi kompetensi dalam melaksanakan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan (K3LL) di Tempat Kerja, melaksanakan kegiatan penerimaan, penyimpanan dan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) serta mengawasi seluruh kegiatan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Untuk info pelatihan lebih lengkapnya dapat menghubungi kami.

Petugas Pengukur Isi Tangki

Untuk menjamin proses produksi, distribusi dan penjualan berjalan sesuai denganrencana dan terhindar dari kerugian yang dimana salah satunya disebabkan oleh dari pengadaan material, maka diperlukan data yang   mempunyai informasi volume darimaterial di tangki. Proses perhitungan volume yang dilakukan sebelum   prosespenimbunan/transfer baik yang keluar dan masuk ke tangki ( Opening Gauge ) dan setelah proses penimbunan/transfer baik yang keluar dan masuk ke tangki ( ClosingGauge ).

Dalam melakukan pengukuran volume tangki, pada umumnya terdapat  dua tipe prosedur dasar yang digunakan untuk menentukan pengukuran level cairan di tangki,yaitu:  innage dan outage  (dip dan ullage). Untuk metode  innage, pengukuran levelcairan di tangki dilakukan dengan mengukur tinggi cairan dengan lurus vertikal mulaidari datum plate atau bottom tangki hingga ke permukaan cairan. Dengan kata lain,metode innage ini   adalah pengukuran   langsung tinggi cairan yang ada di tangki. Sedangkan metode outage adalah pengukuran  level cairan dengan mnegukur  ruangkosong  diatas cairan (ullage), yaitu pengukuran secara lurus vertikal mulai   dari permukaan cairan sampai dengan titik referensi pengukuran (reference gauge point) yang ada di atap tangki.

Lebih baik dilakukan adalah pengukuran innage, karena pengukuran ini akan mengurangi efek perubahan terhadap titik referensi tangki. Tetapi meskipun begitu dalam mengukur level cairan disesuaikan dengan keadaan yang ada sehingga pengukuran outage bisa dianggap lebih baik (seperti saat akan dilakukan sampling di titik lubangyang  sama  dengan  lubang  pengukuran   level   cairan). Jika  pengukuran  outage  selaludilakukan maka sebaiknya titik tinggi referensi tangki harus selalu di verifikasi secara periodik. 

Untuk info lebih lengkapnya dapat menghubungi kami.

Perawatan Mekanik Industri Gas

Kebutuhan supervisor/pengawas dalam bidang perawatan mekanik sektor industry Minyak Dan Gas yang bersertifikasi sudah menjadi mandatory bagi banyak perusahaan yang bergerak dalam bidang MIGAS. Supervisor perawatan mekanik yang memiliki kompetensi dan bersertifikasi dapat menjamin kelancaran proses produksi dan operasional kegiatan MIGAS. Kami sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) dari LSP MIGAS dapat membantu perusahaan anda untuk melaksanakan pelatihan dan sertifikasi bagai supervisor perawatan mekanik.

Untuk info pelatihan dapat menghubungi kami

Penanganan Bahaya H2S

Gas H2S atau Hidrogen Sulfida merupakan gas tidak bewarna yang sangat beracun. Terpapar gas H2S dapat melumpuhkan indera penciuman bahkan kematian. Bahaya H2S bagi industri karena dua alas an di bawah ini:

  • Walaupun memiliki bau, tapi tidak dapat menjadi patokan peringatan bahaya
  • Dapat menyerang dan melumpuhkan secara tiba2

Hidrogen sulfida telah diidentifikasi oleh NIOSH sebagai penyebab utama kematian mendadak di tempat kerja. Pada konsentrasi hingga 30 ppm, baunya seperti telur busuk. Namun, pada konsentrasi yang lebih mematikan (100 ppm), hidrogen sulfida dengan cepat melumpuhkan saraf penciuman. Seseorang mungkin sesaat mencium bau gas tetapi tidak terlalu memikirkannya ketika baunya tidak lagi terdeteksi. Jika paparan cukup, intens, ketidaksadaran dan kegagalan pernapasan dapat terjadi tanpa gejala peringatan. Gas tersebut 1,2 kali lebih padat dari udara, dan pada konsentrasi tinggi akan cenderung terakumulasi di titik rendah. Dicampur dengan udara dalam konsentrasi 4,3-45,5%, hidrogen sulfida bersifat mudah meledak dan mudah terbakar.

Gas hidrogen Sulfida dapat menjadi salah satu bahaya paling ganas dan mematikan dalam industri minyak dan gas. Contohnya seperti H2S, gas asam dan hidrogen sulfureted, Gas H2S ditemukan dalam proses pengeboran minyak, gas dibentuk oleh dekomposisi bahan organik yang mengandung belerang.

Untun info pelatihan dapat menghubungi kami.

Petugas Pengambilan Contoh

Petugas Pengambil Contoh (PPC) adalah seseorang yang bertugas mengambil contoh bahan atau barang, untuk tujuan yang bersifat formal diantaranya untuk pengujian, standarisasi atau forensik. Kualifikasi Petugas Pengambil Contoh (PPC) diatur di dalam SNI ISO 19024. Kompetensi secara teknis dan hukum seseorang sebagai Petugas Pengambil Contoh dinyatakan dalam bentuk sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang. Badan yang berwenang mengeluarkan sertifikat adalah badan atau lembaga sertifikasi personal atau badan sertifikasi. Pelatihan ini bertujuan utama untuk memberikan bekal pengetahuan kepada calon PPC dalam hal kompetensi pengambilan contoh.

Untuk info pelatihan dapat menghubungi kami

Instrumentasi dan Kalibrasi

Untuk mengontrol suatu proses, dibutuhkan informasi mengenai kuantitas dan kualitas ciri-ciri fisik proses itu. Instrumen-instrumen ukur dipakai untuk mendapatkan informasi ini. Kontrol yang lebih ketat membutuhkan pengukuran yang lebih akurat.
Instrumentasi sangat erat kaitannya dengan beberapa proses yang terdapat pada aktifitas dunia industry di antaranya pendeteksian, pengukuran, perekaman, telemetri, pengolahan atau analisa data yang dihasilkan. Dalam instrumentasi terdapat proses pengukuran, yang membandingkan besaran yang diukur dengan besaran sejenis yang ditetapkan sebagai satuan. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan sebuah sistem yang disebut dengan sistem instrumentasi atau sistem pengukuran
Sistem pengukuran amat lazim digunakan dalam berbagai sektor industri, sehingga ketepatan serta kehandalan peralatan pengukuran menjadi faktor yang sangat penting dalam menjamin mutu proses produksi dan hasil yang dihasilkan. Salah satu mekanisme yang menunjang sistem pengukuran adalah sistem manajemen kalibrasi, dimana kalibrasi berfungsi untuk menentukan ketepatan suatu alat ukur
Untuk memenuhi persyaratan tersebut, semua peralatan yang menunjang terhadap produk harus terkontrol baik ketepatan dan ketelitiannya, maka diperlukan keahlian dalam mengkalibrasi atau memverifikasi peralatan yang dimiliki.

Untuk info pelatihan dapat menghubungi kami.

Fluida Pemboran Komplesi dan Kerja Ulang Sumur

Well Completion adalah pekerjaan tahap akhir atau pekerjaan penyempurnaan untukmempersiapkan suatu sumur pemboran menjadi sumur produksi. Untuk mendapatkan hasilproduksi yang optimum dan mengatasi efek negatif dari setiap lapisan produktif maka harusdilakukan pemilihan metode well completion yang tepat dan ukuran peralatan yang sesuaiuntuk setiap sumur. Tujuan dari well completion adalah mengatur aliran fluida dari formasiproduktif dasar sumur ke permukaan sebaik mungkin, mengontrol gas dan water coning,meningkatkkan tingkat recovery, dan menjaga sumur tetap berproduksi.

Untuk info pelatihan dapat menghubungi kami.

Welder / Juru Las

Welder atau juru las adalah pelaksana proses pengelasan untuk menyambung dua logam, alumunium atau material lainnya yang dapat dilakukan penyambungan dengan metode panas. Profesi juru las sering kali disepelekan oleh masyarakat umum, pahadal apabila ahli dalam bidang pengelasan gajinya bisa sangat tinggi. Karenanya welder yang sudah dapat dikatakan mahir akan mempunyai sertifikat hingga bisa menyebut welder tersebut adalah kompeten dalam mengelas. Terkadang di industri juga dapat melaksanakan sertifikasi sendiri guna memberi kompetensi kepada karyawannya.

Namun biasanya untuk sertifikasi di indonesia dilaksakan oleh lembaga sertifikasi profesi (LSP). Lembaga sertifikasi adalah wadah kompetensi di Indonesia yang mendapat lisensi dari (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). Kebutuhan welder di indonesia semakin meningkat, kondisi seperti ini berbanding lurus dengan pembangunan di Indonesia juga semakin meningkat. Banyak project yang membutuhkan konstruksi logam hingga memerlukan proses pengelasan.

Untuk info pelatihan dapat menghubungi kami.